Psikoedukasi Kesehatan Mental: Kenali Dirimu
DOI:
https://doi.org/10.69930/scitec.v2i4.634Keywords:
Kesehatan Mental, Psikoedukasi, Media Digital, Literasi KesehatanAbstract
Rendahnya literasi kesehatan mental di masyarakat masih menjadi tantangan yang berdampak pada minimnya kesadaran, tingginya stigma, dan rendahnya kecenderungan untuk mencari bantuan profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental melalui psikoedukasi berbasis media digital yang dinilai lebih efektif dalam menjangkau audiens secara luas, cepat, dan interaktif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahapan need assessment untuk mengidentifikasi isu yang dibutuhkan, diikuti intervensi psikoedukasi melalui konten digital, serta evaluasi dengan desain pre-test dan post-test yang diberikan kepada 28 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman signifikan terkait konsep kesehatan mental, indikator gangguan, strategi coping, serta peningkatan sikap positif terhadap penggunaan layanan bantuan profesional. Peserta menunjukkan kemampuan memahami kesehatan mental secara lebih komprehensif setelah intervensi diberikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa psikoedukasi berbasis media digital merupakan strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendorong perilaku preventif. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran masyarakat serta meminimalkan stigma terhadap isu kesehatan mental.
Downloads
References
Abdullah, T., & Brown, T. L. (2019). Mental health literacy in Southeast Asia: A comparative study. Asian Journal of Psychiatry, 45, 78–85.
Budiman, R. R. S. (2024). Peran literasi kesehatan mental terhadap sikap masyarakat mengenai gangguan mental yang dimoderasi oleh stigma pada masyarakat dewasa di Jawa Barat. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.
Chisholm, D., Sweeny, K., Sheehan, P., Rasmussen, B., Smit, F., Cuijpers, P., & Saxena, S. (2016). Scaling-up treatment of depression and anxiety: A global return on investment analysis. The Lancet Psychiatry, 3(5), 415–424.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Falasifah, M., & Syafitri, D. U. (2021). Literasi kesehatan mental dan stigma publik sebagai prediktor sikap terhadap bantuan psikologis pada mahasantri. Jurnal Ilmu Perilaku, 5(2), 159–173.
Hidayat, D. R. (2018). Psikoedukasi sebagai pendekatan dalam intervensi masalah psikososial. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 4(1), 1–10.
Kartikasari, N., & Ariana, A. D. (2019). Hubungan antara literasi kesehatan mental, stigma diri terhadap intensi mencari bantuan pada dewasa awal. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 4(2), 64–75.
Kelly, C. M., Jorm, A. F., & Wright, A. (2007). School-based interventions to improve mental health literacy. Psychological Medicine, 37(12), 1707–1717.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Riset Kesehatan Dasar 2018. Kemenkes RI.
Keynejad, R. C., Dua, T., Barbui, C., & Thornicroft, G. (2021). Informal and formal mental health interventions in low-resource settings: The evidence from mhGAP and beyond. The Lancet Psychiatry, 8(6), 538–550.
Kim, J., Lee, S., Kim, H., & Lee, K. (2023). Effectiveness of digital mental health interventions in low- and middle-income countries: A systematic review and meta-analysis. Journal of Affective Disorders, 338, 133–147.
Ma, K. K. Y., Ong, A. W. L., & Tan, S. S. (2023). School-based mental health literacy programmes: A systematic review. Children and Youth Services Review, 150, 106986.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.
Pfefferbaum, B., & North, C. S. (2020). Mental health and the Covid-19 pandemic. New England Journal of Medicine, 383(6), 510–512.
Putri, A. W., & Yuniarti, K. W. (2020). Efektivitas media sosial sebagai sarana psikoedukasi kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi, 17(1), 35–45.
Rahmawati, N., & Nurchayati, S. (2019). Psikoedukasi sebagai strategi peningkatan kesejahteraan psikologis. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 8(2), 89–98.
Rahmani, R. H. S., Fahmawati, Z. N., & Affandi, G. R. (2024). Mental health literacy reduces mental disorder stigma in society. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 15(3),
Rigabert, A., Motrico, E., Moreno-Peral, P., Resurrección, D. M., Cuijpers, P., & Martínez-Vizcaíno, V. (2020). Effectiveness of online psychological and psychoeducational interventions to prevent depression. Journal of Medical Internet Research, 22(4), e15526.
Sari, D. P., et al. (2020). Mental health literacy in Indonesia: A systematic review. Journal of Mental Health, 29(4), 456–467.
Setiawan, A., et al. (2021). Cultural influences on mental health perceptions in rural Indonesia. Journal of Cross-Cultural Psychology, 52(3), 245–260.
Soebiantoro, J. (2017). Pengaruh edukasi kesehatan mental intensif terhadap stigma pada pengguna layanan kesehatan mental. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 2(1), 1–21.
Thornicroft, G., Brohan, E., Rose, D., Sartorius, N., & Leese, M. (2007). Global pattern of experienced and anticipated discrimination against people with schizophrenia. The Lancet, 370(9599), 408–415.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. WHO.
World Health Organization. (2024). Health literacy. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rohma Rifani, Ulfah Diar Hasja, Nur Halim, Nur Syahrani Ramadhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















