Pengetahuan Gizi Dalam Mencegah Kejadian Anemia pada Remaja

Authors

  • Ria Buana Bagian Ilmu Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumananara
  • Arthur Dabi Dabi Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumananara
  • Farhah Inayah Hanum Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumananara

DOI:

https://doi.org/10.69930/scitec.v3i2.688

Keywords:

Anemia; Remaja; Edukasi; Gizi

Abstract

Anemia tetap menjadi masalah kesehatan global dengan beban yang tinggi, terutama pada wanita usia subur dan remaja perempuan. Global Nutrition Report 2021 melaporkan lebih dari 570 juta anak, remaja putri, dan wanita usia subur mengalami anemia, sementara prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif diprediksi mencapai 31,2% pada tahun 2025, jauh di atas target global. Defisiensi zat besi merupakan penyebab utama dan berdampak pada penurunan kemampuan fisik, kognitif, serta imunitas. Di Indonesia, tingginya anemia pada remaja berhubungan dengan pola makan tidak seimbang, kurangnya edukasi gizi, dan fenomena double burden of malnutrition (DBM). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMP di Tangerang mengenai pencegahan anemia dan pentingnya pola makan bergizi seimbang. Edukasi diberikan kepada 167 siswa, dengan 111 peserta mengisi pretest dan post-test secara lengkap. Peserta memiliki rerata usia 12,81 tahun, dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (58,6%). Hasil pretest menunjukkan pengetahuan dasar yang cukup baik (78,68±18,56), meskipun masih terdapat miskonsepsi mengenai penyerapan zat besi non-heme. Setelah edukasi, nilai post-test meningkat menjadi 83,17±17,77, menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 5,7%. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 59,2% menjadi 73,9%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis sekolah efektif dalam memperkuat pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet tambah darah. Diperlukan edukasi berkala serta penguatan materi terkait perbedaan zat besi heme dan non-heme, serta kolaborasi dengan sekolah dan tenaga kesehatan untuk keberlanjutan program.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Febrianti, K. D., Ayu, W. C., Anidha, Y., & Mahmudiono, T. (2023). Effectiveness of Nutrition Education on Knowledge of Anemia and Hemoglobin Level in Female Adolescents Aged 12-19 Years: a Systematic Reviews and Meta-Analysis: Efektivitas Edukasi Gizi Pada Pengetahuan Terkait Anemia dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Usia 12-19 Tahun: Tinjauan Sistematis dan Meta Analisis. Amerta Nutrition, 7(3), 478–486. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3.2023.478-486

Ernawati, F., Efriwati, Nurjanah, N., Aji, G. K., Hapsari Tjandrarini, D., Widodo, Y., Retiaty, F., Prihatini, M., Arifin, A. Y., Sundari, D., Rachmalina, R., Salimar, Julianti, E. D., Aidi, M. N., & Syauqy, A. (2023). Micronutrients and Nutrition Status of School-Aged Children in Indonesia. Journal of nutrition and metabolism, 2023, 4610038. https://doi.org/10.1155/2023/4610038

Global Health Metrics. Anaemia–Level 1 impairment. Lancet. 2019; 393 https://www.healthdata.org/research-analysis/diseases-injuries-risks/factsheets/2021-anemia-level-1-impairment

Goodarzi, E., Beiranvand, R., Naemi, H., Darvishi, I., & Khazaei, Z. (2020). Prevalence of iron deficiency anemia in Asian female population and human development index (HDI): an ecological study. Obstetrics & gynecology science, 63(4), 497–505. https://doi.org/10.5468/ogs.19196

Rimbawan, R., Nurdiani, R., Rachman, P. H., Kawamata, Y., & Nozawa, Y. (2023). School Lunch Programs and Nutritional Education Improve Knowledge, Attitudes, and Practices and Reduce the Prevalence of Anemia: A Pre-Post Intervention Study in an Indonesian Islamic Boarding School. Nutrients, 15(4), 1055. https://doi.org/10.3390/nu15041055

Saputri, A.L., Faridah, B.D., Fitriah, I.P., Merry, Y.A., & Bebasari, M. Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Kamsumsi Tablet Fe pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 275-281. http://dx.doi.org/10.33757/jik.v9i1.1341

Sari, P., Judistiani, R. T. D., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Iron Deficiency Anemia and Associated Factors Among Adolescent Girls and Women in a Rural Area of Jatinangor, Indonesia. International journal of women's health, 14, 1137–1147. https://doi.org/10.2147/IJWH.S376023

Srivastava, S., Kumar, P., Paul, R., & Debnath, P. (2022). Effect of change in individual and household level characteristics on anemia prevalence among adolescent boys and girls in India. BMC public health, 22(1), 1478. https://doi.org/10.1186/s12889-022-13863-w

Stubbendorff, A., Borgström Bolmsjö, B., Bejersten, T., Warensjö Lemming, E., Calling, S., & Wolff, M. (2025). Iron insight: exploring dietary patterns and iron deficiency among teenage girls in Sweden. European journal of nutrition, 64(3), 107. https://doi.org/10.1007/s00394-025-03630-z

Suprapti, E., Hadju, V., Ibrahim, E., Indriasari, R., Erika, K. A., & Balqis, B. (2025). Anemia: Etiology, Pathophysiology, Impact, and Prevention: A Review. Iranian journal of public health, 54(3), 509–520. https://doi.org/10.18502/ijph.v54i3.18244

World Health Organization. (2025, 15 Agustus). WHO global anaemia estimates: key findings, 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789240113930

Downloads

Published

2026-04-02

How to Cite

Buana, R., Arthur Dabi Dabi, & Farhah Inayah Hanum. (2026). Pengetahuan Gizi Dalam Mencegah Kejadian Anemia pada Remaja. Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat , 3(2), 16–22. https://doi.org/10.69930/scitec.v3i2.688

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.