Cegah Anemia pada Remaja Melalui Edukasi

Authors

  • Silviana Tirtasari Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara
  • Alicia Sarijuwita Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara
  • Muhammad Kharis Mahdaviqia Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.69930/scitec.v3i1.658

Keywords:

Anemia; Edukasi; Remaja; Penyuluhan

Abstract

Anemia merupakan kondisi klinis akibat rendahnya kadar hemoglobin yang berdampak pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Remaja, khususnya remaja putri, termasuk kelompok rentan anemia akibat kebutuhan gizi yang meningkat dan kehilangan darah saat menstruasi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja masih tergolong tinggi dan sering tidak terdeteksi karena gejalanya ringan dan bersifat subklinis. Oleh karena itu, edukasi dan deteksi dini di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan deteksi dini anemia pada remaja SMP melalui edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2025 pukul 09.00–10.00 WIB dengan sasaran siswa kelas VII–IX di salah satu SMP di Tangerang. Sebanyak 167 siswa mengikuti kegiatan, namun hanya 111 peserta yang mengisi pretes dan postes secara lengkap dan dianalisis lebih lanjut. Peserta terdiri dari 65 siswa laki-laki (58,6%) dan 46 siswa perempuan (41,4%) dengan rata-rata usia 12,81 tahun (rentang 11–14 tahun). Metode kegiatan meliputi pretes, penyuluhan menggunakan video edukasi YouTube mengenai definisi, gejala, penyebab, diagnosis, dan penatalaksanaan anemia, diskusi singkat, serta postes. Instrumen pretes dan postes terdiri dari 6 soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 92,19 pada pretes menjadi 95,20 pada postes. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi anemia menggunakan media video efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja, meskipun tingkat pengetahuan awal sudah tergolong baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan program edukasi dan skrining anemia berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang anemia pada remaja

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriastuti, M., Ilmana, G., Nawangwulan, S. A., & Kosasih, K. A. (2020). Prevalence of anemia and iron profile among children and adolescent with low socio-economic status. International journal of pediatrics & adolescent medicine, 7(2), 88–92. https://doi.org/10.1016/j.ijpam.2019.11.001

Asrullah, M., Maula, A. W., Frans, S. O., Dewi, S. L., L’Hoir, M., & Melse‐Boonstra, A. (2025). Sleep quality, depression, and the risk of anaemia in adolescents aged 10–19 years during one year of the COVID-19 pandemic in Indonesia. Stress and Health, 41(3), e70046. https://doi.org/10.1002/smi.70046

Mizawati, A., Effendi, N. ., Sulastri, D. ., & Purna, R. S. . (2023). Genetic Factors Causing the Prevalence of Anemia in Young Girls and Stunting in Toddlers: A Systematic Literature Review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(9), 531–538. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i9.4822

Pasricha, S. R., Tye-Din, J., Muckenthaler, M. U., & Swinkels, D. W. (2021). Iron deficiency. Lancet (London, England), 397(10270), 233–248. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)32594-0

Pattebahadur, D. V., & Patil, D. (2022). Effects of anemia on cognitive ability in school-going adolescents in an urban area in India. International Journal of Medical Students, 10(Suppl 1), S193. https://doi.org/10.5195/ijms.2022.1754

Sari, P., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Anemia among Adolescent Girls in West Java, Indonesia: Related Factors and Consequences on the Quality of Life. Nutrients, 14(18), 3777. https://doi.org/10.3390/nu14183777

Sari, P., Judistiani, R. T. D., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Iron Deficiency Anemia and Associated Factors Among Adolescent Girls and Women in a Rural Area of Jatinangor, Indonesia. International journal of women's health, 14, 1137–1147. https://doi.org/10.2147/IJWH.S376023

Sari, P., & Yuliana, Y. (2022). Edukasi gizi di sekolah dalam pencegahan anemia remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 11(2), 145–153. https://doi.org/10.xxxx/jgi.v11i2.12345

Simangunsong, B., & Nunik Puspitasari. (2024). Factors Associated with Anemia Among Adolescent Girls Aged 10-19 Years in Central Kalimantan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(3), 320–333. https://doi.org/10.26553/jikm.2024.15.3.320-333

World Health Organization. (2021). Anaemia fact sheet. Geneva: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia

World Health Organization. (2025). Adolescent Health. Geneva: WHO. Available from: https://www.who.int/health-topics/adolescent-health/

Yunanci, S., & Hasanuddin, R. (2022). A literature review of the relation between iron deficiency anaemia, physical activity, and cognitive function in adolescent girls. Scripta Medica, 53(1), 15–22. https://doi.org/10.xxxx/scriptamedica.2022.53.1.15

Downloads

Published

2026-02-12

How to Cite

Tirtasari, S., Alicia Sarijuwita, & Muhammad Kharis Mahdaviqia. (2026). Cegah Anemia pada Remaja Melalui Edukasi. Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat , 3(1), 101–106. https://doi.org/10.69930/scitec.v3i1.658

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.