Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran

Authors

  • Denafa Dienia Sabrina Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Sitti Rahma Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Suliyanti Otto Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Cecy Rahma Karim Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69930/jrski.v3i2.649

Keywords:

Diabetes Melitus Tipe 2; Indeks Massa Tubuh; Kadar Glukosa Darah Puasa

Abstract

Parameter untuk mengetahui komposisi tubuh menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), obesitas termasuk kelompok dengan IMT tertinggi. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko obesitas. Mahasiswa kedokteran mengalami stres berlebih dikarenakan jangka waktu studi yang lebih panjang dan dipenuhi kegiatan perkuliahan. Hal ini mengakibatkan mahasiswa kedokteran berisiko obesitas. Ketika obesitas, kadar reseptor merespons hormon insulin dengan menerima glukosa yang lokasinya di jaringan tubuh yang akhirnya kadar glukosa akan meningkat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan IMT terhadap kadar Glukosa Darah Puasa (GDP). Jika hasil didapatkan pengaruh, maka dilakukan intervensi untuk mengatasi kadar GDP yang tinggi, termasuk pencegahan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bersifat kuantitatif memakai metode observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo sebagai sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan memenuhi syarat inklusi dan eksklusi, menggunakan metode total sampling. Metode analisis bivariat ini bertujuan memperoleh informasi apakah ada keterkaitan antar variabel dependen dan independen, diolahnya data memakai uji Spearman Rho. Distribusi responden berdasarkan IMT mayoritas termasuk IMT kategori normal. Selanjutnya, ditempati kategori obesitas, kurus, dan berat badan berlebih. Namun, IMT kategori obesitas ini menjadi cerminan ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran energi. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mahasiswa kedokteran FK UNG memiliki kadar GDP dalam rentang prediabetes, pihak institusi pendidikan disarankan mengembangkan program promotif dan preventif yang terstruktur, seperti edukasi, pemantauan rutin IMT dan GDP, serta kegiatan fisik terjadwal di lingkungan kampus. Institusi perlu mempertimbangkan kebijakan kesehatan mahasiswa yang lebih komprehensif menuju diabetes dapat diminimalkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-03-03

How to Cite

Sabrina, D. D., Rahma, S., Otto, S., & Karim, C. R. (2026). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran. Jurnal Riset Sains Dan Kesehatan Indonesia, 3(2), 71–81. https://doi.org/10.69930/jrski.v3i2.649

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.