Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Pascaoperasi Laparotomi di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Authors

  • Winda Program studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun, Indonesia
  • Rukmini Syahleman Program studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun, Indonesia
  • Ade Sucipto Program studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69930/jrski.v3i5.935

Keywords:

Teknik Relaksasi Napas Dalam; Tingkat Nyeri; Post Operasi; Laparotomi; NRS

Abstract

Latar Belakang: Nyeri merupakan masalah yang sering dialami pasien post operasi laparotomi akibat trauma jaringan selama pembedahan. Nyeri yang tidak terkontrol dapat menyebabkan keterbatasan mobilisasi, gangguan tidur, peningkatan stres fisiologis, serta memperlambat proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien post operasi laparotomi di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan two group pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 64 responden yang terdiri dari 32 responden kelompok eksperimen dan 32 responden kelompok kontrol. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi teknik relaksasi napas dalam diberikan selama 3 hari berturut-turut, 3 kali sehari dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tingkat nyeri pada kelompok eksperimen setelah diberikan teknik relaksasi napas dalam selama tiga hari. Rata-rata tingkat nyeri pada kelompok eksperimen menurun dari 5,22 menjadi 3,22 pada hari pertama, dari 3,19 menjadi 1,97 pada hari kedua, dan dari 1,97 menjadi 1,00 pada hari ketiga. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p=0,000. Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada hari pertama (p=0,013), hari kedua (p=0,002), dan hari ketiga (p=0,000). Kesimpulan: Pemberian teknik relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi laparotomi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Winda, Syahleman, R., & Sucipto, A. (2026). Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Pascaoperasi Laparotomi di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Jurnal Riset Sains Dan Kesehatan Indonesia, 3(5), 376–391. https://doi.org/10.69930/jrski.v3i5.935

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.