Pengaruh Jenis Pelarut terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Metode Maserasi: Literatur Review

Authors

  • M. Ghazi Al Ghifari Program studi farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Indonesia
  • Ramadhan Triyandi Program studi farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Indonesia
  • Afriyani Program studi farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Indonesia
  • Tri Umiana Soleha Program studi farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Indonesia
  • Muhammad Iqbal Program studi farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69930/jrski.v3i4.843

Keywords:

Antioksidan; Antibakteri; Daun Sirih Hijau; Maserasi; Pelarut Non-Polar

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, dan minyak atsiri yang berperan sebagai antioksidan dan antibakteri alami. Efektivitas ekstrak dipengaruhi oleh metode ekstraksi dan jenis pelarut, kedua faktor tersebut menentukan jenis serta jumlah senyawa bioaktif yang terekstraksi. Metode maserasi merupakan metode ekstraksi yang banyak digunakan karena mampu mempertahankan stabilitas senyawa termolabil tanpa pemanasan sehingga sesuai untuk ekstraksi metabolit sekunder daun sirih hijau. Literatur Review ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan pelarut polar dan non-polar terhadap aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak daun sirih hijau berdasarkan berbagai publikasi ilmiah akses terbuka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelarut polar, seperti etanol dan metanol, lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid dibandingkan pelarut non-polar. Kandungan senyawa bioaktif yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan aktivitas antioksidan, yang ditunjukkan oleh nilai IC₅₀ metode DPPH sebesar 44,929 µg/mL dan termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Selain itu, ekstrak daun sirih hijau menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram-positif, seperti Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Streptococcus mutans, serta bakteri Gram-negatif, seperti Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil kajian, pelarut polar terutama etanol dan metanol secara konsisten menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan pelarut non-polar. Dengan demikian, pemilihan pelarut yang tepat menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi daun sirih hijau sebagai sumber antioksidan dan antibakteri alami.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

M. Ghazi Al Ghifari, Ramadhan Triyandi, Afriyani, Tri Umiana Soleha, & Muhammad Iqbal. (2026). Pengaruh Jenis Pelarut terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Metode Maserasi: Literatur Review. Jurnal Riset Sains Dan Kesehatan Indonesia, 3(4), 199–213. https://doi.org/10.69930/jrski.v3i4.843