Faktor-faktor yang memengaruhi Penjualan Antibiotik Tanpa Resep di Apotek Komunitas: Narrative Review
DOI:
https://doi.org/10.69930/jrski.v3i4.893Keywords:
Antibiotik; Faktor; Penjualan Tanpa Resep; Tinjauan NaratifAbstract
Antibiotik merupakan obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Namun, praktik penjualan antibiotik tanpa resep dokter masih banyak ditemukan khususnya di apotek komunitas. Hal ini mendorong penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan dapat meningkatkan kejadian antimicrobial resistance (AMR) di masyarakat. Narrative review ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkait faktor-faktor yang dapat memengaruhi penjualan antibiotik tanpa resep di apotek komunitas. Artikel original research ditelusuri melalui database Google Scholar dan PubMed menggunakan Boolean operator (AND, OR) dan kata kunci yang telah ditetapkan. Kemudian artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi artikel yang relevan dengan topik, dipublikasi antara tahun 2016-2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan tersedia free full-text. Adapun kriteria eksklusi meliputi artikel yang bukan penelitian asli. Berdasarkan hasil seleksi terhadap artikel jurnal, didapat 12 artikel yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil narrative review ini menunjukkan bahwa faktor yang dapat memengaruhi penjualan antibiotik tanpa resep di apotek komunitas yaitu faktor pasien, regulasi, ekonomi, tenaga kefarmasian, dan lokasi apotek. Penelitian ini memberikan informasi temuan penting bahwa diperlukan langkah strategi komprehensif dari berbagai sektor dalam mendukung upaya penjualan antibiotik sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus mendukung upaya pencegahan terjadinya risiko AMR di masyarakat.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azzahra Hasrianti, Ihsanti Dwi Rahayu, Dwi Aulia Ramdini, Citra Yuliyanda Pardilawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















