Tantangan Implementasi Evidence-Based Practice dalam Praktik Kefarmasian: Narrative Review
DOI:
https://doi.org/10.69930/jrski.v3i3.769Keywords:
Evidence-Based Practice; Hambatan; Implementasi; Praktik KefarmasianAbstract
Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem kesehatan yang berorientasi pada penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Evidence-based practice (EBP) menjadi hal yang krusial dalam pengambilan keputusan klinis dalam mendukung pengobatan yang rasional, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek individu, lingkungan, maupun dukungan sistem pelayanan. Narrative review ini bertujuan untuk menyediakan informasi terkait dengan berbagai faktor hambatan implementasi EBP dalam praktik kefarmasian. Artikel ditelusuri melalui database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang relevan, dengan batasan tahun publikasi 2019–2025. Total hasil penelusuran artikel diperoleh sebanyak 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu tersedia dalam bentuk full-text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik penerapan EBP dalam pelayanan kefarmasian. Hasil narrative review ini menunjukkan bahwa penerapan EBP dalam praktik kefarmasian masih belum optimal. Hambatan utama dalam penerapan EBP meliputi faktor individu tenaga kefarmasian, faktor lingkungan kerja, serta akses dan pemanfaatan sumber informasi berbasis bukti. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif melalui peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian, dukungan lingkungan kerja yang kondusif, serta penyediaan sumber informasi yang mudah diakses untuk mengoptimalkan penerapan EBP dalam pelayanan kefarmasian.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tisa Zadya Rio, Dwi Aulia Ramdini, Ihsanti Dwi Rahayu, Asep Sukohar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















