Evaluasi Pengelolaan Obat Antibiotik pada Tahap Distribusi, Penyimpanan, serta Penggunaan Obat pada Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Pindad

Authors

  • Tika Febriani Program studi Farmasi, Politeknik Piksi Ganesha, Indonesia
  • Rida Emelia Program studi Farmasi, Politeknik Piksi Ganesha, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69930/jtsm.v3i5.922

Keywords:

Antibiotik; Distribusi Obat; Instalasi Farmasi; Penyimpanan Obat; Penggunaan

Abstract

Pengelolaan antibiotik yang tepat mendukung mutu pelayanan kefarmasian dan pengendalian resistensi antimikroba. Penelitian ini mengevaluasi distribusi, penyimpanan, dan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSU Pindad dengan desain deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara tenaga kefarmasian, telaah kartu stok dan laporan distribusi, serta telaah total 32 resep rawat jalan yang mengandung antibiotik pada Januari-Maret 2026. Pada aspek distribusi rawat jalan, alur yang diamati adalah pengisian stok dari gudang farmasi ke Depo 1 dan pelayanan resep di depo; sistem UDD dan floor stock tidak termasuk objek evaluasi rawat jalan. Unit melaporkan kesesuaian pengiriman 90%, tetapi catatan sumber tidak memuat numerator dan denominator sehingga angka tersebut diperlakukan sebagai indikator operasional yang dilaporkan, bukan hasil yang dapat dihitung ulang. Pada penyimpanan, suhu aktual rata-rata 26-27°C dibandingkan dengan target operasional unit 25-26°C; angka kerusakan obat 10% juga berasal dari laporan unit tanpa jumlah pembilang dan penyebut yang terdokumentasi. Telaah 32 resep menunjukkan rata-rata 2-5 item per resep dan durasi antibiotik sekitar 3 hari. Persentase resep antibiotik 50% tidak dapat diverifikasi dari sampel karena seluruh 32 resep yang dianalisis memang mengandung antibiotik; oleh karena itu indikator tersebut tidak digunakan untuk menyimpulkan tingkat peresepan antibiotik. Ketepatan indikasi, jenis, dan dosis juga tidak dinyatakan sebagai rasionalitas terkonfirmasi karena diagnosis pasien, pedoman pembanding, dan prosedur penilaian per resep tidak terdokumentasi dalam data sumber. Temuan mendukung perbaikan dokumentasi indikator, pengendalian penyimpanan, dan penguatan antimicrobial stewardship rawat jalan. Penelitian ini berkaitan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penggunaan obat yang aman dan rasional serta pengendalian resistensi antimikroba.

Downloads

Published

2026-09-29