Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Terkait Kepatuhan Minum OAT pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ciwaruga
DOI:
https://doi.org/10.69930/jtsm.v3i5.916Keywords:
Pengetahuan; Sikap; OAT; Tuberkulosis Paru; Puskesmas CiwarugaAbstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang memerlukan pengobatan teratur dan tuntas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terkait kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Ciwaruga. Kepatuhan tidak diukur sebagai variabel tersendiri, tetapi menjadi konteks konstruk sikap yang mencakup keyakinan, komitmen, dan kecenderungan pasien dalam menjalankan pengobatan. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengetahuan diukur menggunakan 10 item benar-salah, sedangkan sikap diukur menggunakan 10 item skala Likert. Skor mentah kedua variabel dikonversi menjadi persentase skor maksimum dan dikategorikan secara konsisten. Uji Chi-Square awal menghasilkan χ² = 9,593; df = 4; p = 0,048, tetapi 7 dari 9 sel memiliki expected count <5. Oleh karena itu, inferensi utama menggunakan Fisher-Freeman-Halton exact test dengan p = 0,044, yang menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap terkait kepatuhan minum OAT. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan sedang (43,3%) dan sikap cukup (46,7%). Temuan ini mendukung pentingnya edukasi pasien sebagai bagian dari pelayanan DOTS. Penelitian ini relevan dengan SDG 3, khususnya target 3.3 untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis pada tahun 2030.
















