Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Orif Fractur Tibial Spine dengan Modalitas NMES dan Terapi Latihan di RSUD Bandung Kiwari
DOI:
https://doi.org/10.69930/jtsm.v3i4.896Keywords:
Fracture Tibial Spine; ORIF; NMES; Terapi Latihan; Barthel IndexAbstract
Kondisi post-ORIF fraktur tibial spine akibat cedera avulsi Anterior Cruciate Ligament sering memicu keluhan nyeri, keterbatasan gerak, penurunan kekuatan otot paha, dan kemunduran fungsional aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi modalitas Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) dan terapi latihan dalam mengatasi problematika tersebut. Menggunakan desain deskriptif pendekatan studi kasus tunggal, intervensi fisioterapi diberikan sebanyak 6 sesi kepada satu pasien remaja di RSUD Bandung Kiwari. Parameter keberhasilan terapi diukur secara objektif menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), goniometer, Manual Muscle Testing (MMT), dan Barthel Index. Setelah 6 sesi intervensi, hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri signifikan (nyeri diam menjadi 0, tekan menjadi 1, gerak menjadi 1). Lingkup gerak sendi lutut meningkat (fleksi aktif mencapai 65° dan ekstensi fungsional -15°), kekuatan otot quadriceps dan hamstring naik ke skor 4, serta tingkat kemandirian fungsional melesat dari 75/100 menjadi 85/100. Kesimpulannya, kombinasi modalitas NMES dan program terapi latihan terbukti sangat efektif untuk mereduksi nyeri, menambah mobilitas sendi, memulihkan kapasitas kontraktil otot, serta meningkatkan fungsional harian pasien.
















