Korelasi Kadar Total Fenolik terhadap Kapasitas Penghambatan Reactive Oxygen Species: Studi Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.69930/jtsm.v3i4.867Keywords:
Antioksidan; ROS Scavenging; ROS; Stres oksidatif; TPCAbstract
Reactive Oxygen Species (ROS) merupakan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan berkontribusi terhadap penuaan seluler serta berbagai penyakit degeneratif. Senyawa fenolik dari tumbuhan memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menghambat pembentukan maupun aktivitas ROS. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara Kadar Total Fenolk dan kapasitas penghambatan ROS melalui studi literatur pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci Total Phenolic Content, ROS Scavenging, Oxidative Stress, dan Antioxidant. Artikel penelitian berbahasa Indonesia dan Inggris yang diterbitkan pada periode 2017–2026 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 10 artikel untuk dianalisis secara sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa TPC umumnya berkorelasi positif dengan aktivitas penghambatan ROS, meskipun hubungan tersebut tidak selalu linear. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh kadar TPC, struktur senyawa fenolik, jumlah dan posisi gugus hidroksil, serta mekanisme Hydrogen Atom Transfer (HAT), Single Electron Transfer (SET), kelasi ion logam transisi, dan aktivasi jalur Nrf2/ARE. Pada konsentrasi tertentu, peningkatan TPC dapat mengalami plateau effect akibat keterbatasan stoikiometri, agregasi molekul, dan potensi sifat prooksidan. Disimpulkan bahwa TPC merupakan indikator penting kapasitas antioksidan, namun efektivitas penghambatan ROS juga dipengaruhi oleh karakteristik struktur senyawa fenolik dan mekanisme biologis yang terlibat. Kajian ini mendukung SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan antioksidan alami untuk pencegahan penyakit akibat stres oksidatif.
















