Pendidikan Energi Terbarukan Berbasis Keberlanjutan: Tinjauan Literatur terhadap Kurikulum Pendukung SDGs
DOI:
https://doi.org/10.69930/jtsm.v3i2.737Keywords:
Pendidikan Energi Terbarukan, Kurikulum Berbasis Keberlanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs), Project-Based Learning, Literasi EnergiAbstract
Transisi menuju sistem energi berkelanjutan menjadi tantangan global utama abad ke-21 karena ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil berdampak pada perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan akses energi. Pendidikan energi terbarukan berbasis keberlanjutan muncul sebagai strategi kunci untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 7, dan SDG 13. Meski urgensi pendidikan energi hijau semakin diakui, implementasinya masih terbatas, seringkali bersifat konseptual, terfragmentasi, dan kurang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis literatur terkait pendidikan energi terbarukan berbasis keberlanjutan, dengan fokus pada pengembangan kurikulum yang mendukung pencapaian SDGs. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) semi-PRISMA dengan analisis komparatif dan sintesis konseptual, meliputi identifikasi, penyaringan, evaluasi kelayakan, ekstraksi data, serta analisis tematik dari artikel penelitian dan kajian literatur relevan. Hasil menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan energi terbarukan secara signifikan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai energi bersih dan keberlanjutan. Pendekatan seperti project-based learning, pembelajaran interaktif, dan sosialisasi edukatif terbukti efektif, namun masih terdapat kesenjangan antara teori dan praktik, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sintesis konseptual menekankan perlunya kurikulum holistik yang mengintegrasikan dimensi pengetahuan, keterampilan, dan nilai keberlanjutan secara eksplisit, serta mengaitkannya dengan SDGs. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual, interdisipliner, dan aplikatif, mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan transisi energi hijau secara berkelanjutan.
















