Kajian Literatur Fitokimia Dan Bioaktivitas Myristica Fatua Terhadap Enzim α-Glukosidase
DOI:
https://doi.org/10.69930/jtsm.v3i1.702Keywords:
Myristica fatua; Metabolit Sekunder; Α-Glukosidase; Inhibitor Alami; AntidiabetesAbstract
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global dan berkaitan erat dengan hiperglikemia pascaprandial akibat aktivitas enzim α-glukosidase dalam mencerna karbohidrat. Meskipun inhibitor sintetik seperti akarbosa efektif menurunkan kadar glukosa darah, penggunaannya sering menimbulkan efek samping gastrointestinal sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai profil fitokimia dan bioaktivitas penghambatan α-glukosidase dari Myristica fatua dalam konteks genus Myristica. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic literature review mengikuti pedoman PRISMA 2020 melalui basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan DOAJ. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi mencakup studi in vitro, in vivo, dan in silico yang melaporkan metabolit sekunder serta nilai inhibisi enzim. Data diekstraksi meliputi bagian tanaman, metode ekstraksi, kelas senyawa, nilai IC₅₀, dan tipe inhibisi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa spesies Myristica kaya akan acylphenol, dimeric acylphenol, lignan, neolignan, flavonoid, dan fenilpropanoid, yang secara umum berasosiasi dengan aktivitas penghambatan α-glukosidase kategori sedang hingga kuat (IC₅₀ < 30 µg/mL), terutama melalui mekanisme kompetitif atau campuran. Karakteristik struktur seperti jumlah gugus hidroksil fenolik dan sistem aromatik terkonjugasi berperan penting dalam menentukan potensi aktivitas. Secara keseluruhan, Myristica fatua memiliki dasar fitokimia yang menjanjikan sebagai kandidat inhibitor α-glukosidase alami, namun masih diperlukan validasi eksperimental terstandarisasi dan uji in vivo untuk memastikan potensi terapeutiknya.
















