Penanganan Pasien Gagal Nafas Tipe Dua dengan Asma Bronchiale dan Pneumonia
DOI:
https://doi.org/10.69930/jrski.v3i1.699Keywords:
Gagal Napas Tipe 2; Asma Bronchial; Pneumonia; Ventilasi Non-Invasif; SDGsAbstract
Gagal nafas adalah suatu sindrom yang diakibatkan sistem respirasi gagal untuk melakukan pertukaran gas yaitu oksigenasi darah arteri dan pembuangan karbondioksida. Gejala klinis pada gagal nafas terdiri dari tanda kompensasi pernafasan yaitu takipneu, penggunaan otot pernafasan tambahan, retraksi intercostal, suprasternal dan supraklavikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menegakkan alur diagnosis secara tepat pada pasien gagal napas tipe 2 dengan asma bronchial dan pneumonia melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang. Metode: Penelitian ini merupakan case report dengan analisis data primer yang diperoleh melalui alloanamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta penatalaksanaan pasien selama perawatan. Hasil penelitian menunjukkan Seorang wanita 24 tahun datang dengan penurunan kesadaran (GCS 12), takipneu 34×/menit, SpO2 82%, hipertensi, takikardia, dan demam. Pemeriksaan toraks ditemukan ronkhi dan wheezing bilateral. Laboratorium menunjukkan leukositosis (32.600/mm³), prokalsitonin meningkat (4,5 μg/dL), eosinofil meningkat, dan analisis gas darah menunjukkan asidosis respiratorik (PaCO2 85,3 mmHg). Foto toraks memperlihatkan gambaran pneumonia lobus kiri. Pasien didiagnosis gagal napas tipe 2, asma bronchial, pneumonia, dan sepsis. Terapi di ICU meliputi ventilasi mekanik non-invasif, antibiotik (sefoperazon-sulbaktam dan levofloksasin), bronkodilator (kombivent nebulizer, aminofilin), kortikosteroid (fartison), N-asetilsistein, dan parasetamol. Hari kedua perawatan, kesadaran membaik (GCS 15), tanda vital stabil, SpO2 99% dengan NRM. Hari keempat pasien pindah ke ruang rawat inap biasa. Penegakan diagnosis tepat dan tatalaksana komprehensif pada gagal napas tipe 2 memberikan outcome klinis yang baik. Laporan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan tata laksana kegawatdaruratan pernapasan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lasmaria Flora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















